Tanggal Hari Ini : 23 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Bisnis Franchise, Peluang dan Potensinya
Senin, 23 Januari 2017 06:34 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Pakar kewirausahaan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, STIAMI, DR Tengku Syarul Reza mengungkapkan, bisnis franchise di Indonesia perlu mendapat perhatian yang serius, agar tidak dijadikan ajang percobaan bagi orang yang tidak bertanggungjawab untuk mengeruk keuntungan yang tidak bertanggungjawab dari masyarakat

Saat Ini, lanjut Syahrul banyak tumbuh pebisnis yang mengeruk keuntungan dari masyarakat dari ketidaktahuan dan keawaman masyarakat tentang bisnis franchise. Seiring dengan mudahnya cetak digital dan ‘insinyur-tukang’ membuat gerobak aneka design, maka banyak usaha-usaha instan yang lahir dalam sekejab, belum teruji kehandalan dan sistemnya namun sudah difranchisekan.
“Jangan tanya dulu soal standard, chanelling, bahan baku, standard proses, standard rasa, maintenance and service, apalagi minta SOP Guide Book-nya. Dapat dipastikan mayoritas yang menawarkan bisnis franchise tersebut banyak yang belum memiliki apalagi diupdate,” ujarnya.
Syahrul bahkan menengarai banyak pebisnis yang mengembangkan secara franchise atau kemitraan yang beredar saat ini banyak yang belum diakreditasi oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI).
“Sepertinya banyak yang belum. Bahkan bisnis yang sdudah difranchisekan benerpun jarang saya dengar ada Dewan Pengawas Mutu (DPM) Franchise - semacam Quality Assurance Board/Council, sehingga baik Franchisee maupun konsumen terlindungi dan mendapatkan hak mereka. Ya Mutu/Quality secara keseluruhan (Update izin usaha, responsibility upgrading pada mitra/franchisee, SOP, skill standart, dll).

Bisnis Franchise, Peluang dan Potensinya,  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, STIAMI, DR Tengku Syarul Reza, Asosiasi Franchise Indonesia

Sambal Jontor, salah satu brand bisnis kuliner yang difranchisekan, bisnis ini memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang di Indonesia


Munculnya begitu banyak bisnis franchise di seantero jagat Indonesia, khususnya di kota propinsi, kabupaten dan kotamadya yang belum teruji berpotensi merugikan masyarakat. Mereka, lanjut Syahrul menawarkan ekspektasi yang berlebihan, bahkan cenderung menzalimi mitranya dengan iming-iming yang tidak pernah dapat terwujud.
Meski perkembangannya pesat, tetapi jika melihat bisnis franchise seperti saat ini, menurut Syahrul sangat mengkhawatirkan. “Semakin banyak bisnis franchise justru saya semakin kkhawatir, karena yang muncul kemudian bukan Real Entreprenuer (RE) tetapi para pedagang, para penjual yang tak lebih sebagai pramujual atau ‘pramujaga jualan’,.
Berbeda dengan apa yang dimaksudkan dengan entrepreneur, seseorang yang didefinisikan mampu menghadirkan sesuatu produk atau jasa yang semula belum ada menjadi ada, mengkreasikan yang sudah ada menjadi sesuatu yang berbeda, mengubah loyang jadi emas. Seorang entrepreneur mampu mengembangkan usaha dari satu menjadi dua, tiga, empat dan seterusnya dengan kemampuan dan system yang dimiliki. Mereka memiliki kemampuan untuk me-levarage atau melebarkan usaha dari capital investment menjadi real business, atau mengembangkan usaha inti ke usaha baru sama sekali atau yang telah mampu memberi kontribusi untuk negara menjadi political entrepreneur.
Orangtua kita dahulu selalu mengambil contoh cara bangsa Belanda menguasai ‘lahan bisnis di daerah-daerah di Indonesia, mulai dari fokus membangun kemampuan hingga kokoh dan kuat, kemudian melebar dan meluas kemana-mana. Begitulah yang disebut entrepreneur beneran, mengalami proses jatuh bangun secara detail, sehingga tangguh menghadapi segala tantangan dan persaingan. Lihat Teh Sosro, lihat Tiki, lihat Mbok Berek Ny.Suharti. Lihat , dan seterusnya. Mereka semua memulainya dengan detail dan mengalami berbagai eksperimen, kreativitas, inovasi dan juga turbulensi

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari