Tanggal Hari Ini : 23 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Pasar E-Commerce Akan Melonjak Sangat Besar
Kamis, 08 Desember 2016 06:19 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Perusahaan konsultan Mckinsey & Co, pertengahan Oktober 2016 lalu merilis hasil penelitiannya. Ia memprediksi pasar e-commerce di Indonesia akan menjadi pasar yang terbesar di dunia, dan akan melonjak sangat besar. 

Saat ini Indonesia berada di posisi ke enam sebagai negara dengan pasar terbesar di dunia, dengan memiliki USD 2 miliar pasar e-commerce. Menariknya, perkembangan cepat bisnis e-commerce di negara ini ternyata tidak didukung oleh penetrasi penggunaan internet di Indonesia, yang ternyata hanya berjumlah 38 persen dari total penduduknya. Untungnya saat ini pemerintah tengah merampungkan proyek palapa ring yang dapat meningkatkan penggunaan internet. Proyek pembangunan serat optik yang menjangkau wilayah barat, tengah dan timur Indonesia tersebut diperkirakan juga akan meningkatkan industri retail online sebesar 5% tahun 2020 mendatang.
Mckinsey & Co memperkirakan, akan ada sekitar 90 juta orang Indonesia bakal masuk ke orang yang berperilaku konsumtif pada tahun 2030. Selain itu, diperkirakan tahun 2030 nanti, 71 persen penduduk Indonesia akan tinggal di daerah perkotaan, dan proyeksi pelaku bisnis online akan terbuka lebar.

data pengguna internet indonesia“Kami telah melihat peningkatan tajam dalam pengunjung online sejak kami menetapkan diri di Indonesia,” kata Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia sebuah portal properti global yang terjun dalam bisnis online di bidang property. 

Mart juga mengatakan, dengan semakin banyaknya penduduk Indonesia yang memiliki akses internet, akan membuat pasar real estate akan bergeser sepenuhnya ke online. “Nantinya akan pencarian properti akan banyak dilakukan melalui online,” ujar Mart.
Pasar e-commerce di Indonesia tumbuh berkembang dengan cepat, sehingga membuat pemain harus bisa beradaptasi dengan perubahan tren. Contohnya seperti Go-Jek, yang awalnya bermula dari layanan aplikasi untuk memanggil ojek, kini berkembang menjadi layanan untuk memesan tiket bioskop hingga urusan kecantikan.
Begitu juga dengan Lamudi ketika Lamudi Indonesia pertama kali memasuki pasar, awalnya perusahaan ini tidak memiliki aplikasi. Namun sekarang Lamudi telah memiliki aplikasi khusus untuk pencari rumah dan untuk agen properti.
Hasil riset lembaga riset e-Marketer yang dikutip dari laman Kominfo.go.id merilis jumlah pengguna internet di tanah air kini mencapai 83,7 juta orang pada 2014 lalu. Pada tahun 2017, e-Marketer memperkirakan netter Indonesia bakal mencapai 112 juta orang, mengalahkan Jepang di peringkat ke-5 yang pertumbuhan jumlah pengguna internetnya lebih lamban.
Secara keseluruhan, jumlah pengguna internet di seluruh dunia diproyeksikan bakal mencapai 3 miliar orang pada 2015. Tiga tahun setelahnya, pada 2018, diperkirakan sebanyak 3,6 miliar manusia di bumi bakal mengakses internet setidaknya sekali tiap satu bulan. Tentu ini tantangan bagi para UKM Indonesia

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari