Tanggal Hari Ini : 23 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Investasi Emas, Mungkinkah Menjadi Instrumen Investasi yang menguntungkan di 2013?
Kamis, 17 Januari 2013 10:02 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Oleh Rudy Kurniawan, Analis dan Praktisi Bisnis Emas.

 

 

Pergerakan harga emas menjadi sesuatu yang sangat penting untuk menentukan apakah emas layak dijadikan instrument insvestasi atau tidak di tahun 2013 mendatang. Pada tulisan kami terdahulu, emas menjadi salah satu instrument investasi yang cukup menguntungkan, alasannya selain harganya yang terus meningkat, emas juga mampu menjaga nilai asset anda agar tidak menurun, selain itu emas sangat fleksibel untuk diuangkan kembali jika sewaktu-waktu diperlukan.

 

Pridiksi Harga Emas

Secara umum, dalam dunia finansial untuk menyusun prediksi harga suatu komoditas atau nilai satu instrumen investasi di masa yang akan datang digunakan dua alat analisa yaitu analisa teknikal dan analisa fundamental.

Analisa teknikal adalah suatu teknik analisis yang  digunakan untuk memprediksi trend suatu harga saham / komoditas dengan cara mempelajari data pasar yang lampau. Meskipun dunia akademis menilainya sebagai sebuah ilmu semu ( pseudeosains  ). Namun demikian sampai saat ini teknik ini umum digunakan oleh para pelaku pasar keuangan.

Analisa fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada fundamental ekonomi. Teknik ini menitik beratkan pada rasio finansial dan kejadian - kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh pada pasar.  

Sebagian besar pakar berpendapat teknik analisis fundamental lebih cocok untuk membuat keputusan. Namun demikian analisis ini jauh lebih sulit karena memerlukan pengetahuan dan wawasan yang cukup luas terutama dengan berbagai hal yang terkait langsung maupun tidak langsung pada komoditas atau instrument yang akan dianalisis.

 

Analisis Tehnikal

Untuk melakukan analisis tehnikal ini saya telah mengumpulkan data harga emas harian mulai tahun 2005 (total terdapat 1900 item data) yang bisa digunakan sebagai input dalam menganalisis.

Tehnik analisis yang dipakai adalah tehnik sederhana yaitu perhitungan Trend dengan menggunakan program Microsoft excel. Karena selama periode sejak 2005 terjadi berbagai macam pola pergerakan harga emas musiman yang bervariasi, maka saya sampaikan perhitungan Trend Harga emas dan prediksi tahun 2013 dengan rentang waktu data input yang berbeda, yaitu data 7 tahun, data 5 tahun dan data 3 tahun.

Karena pola musimannya berbeda maka hasil prediksinyapun juga berbeda, sebagai mana terlihat dari tiga buah grafik yang kami sajikan dalam tulisan ini.

analisa harga emas

Analisa harga emas

 analisa harga emas

Analisa Fundamental

Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam melakukan analisa fundamental terhadap pergerakan dan prediksi harga emas dimasa yang akan datang, Faktor Ekonomi Dunia, Penyelesaian Krisis Eropa, Efektifitas Kebijakan The Fed dengan QE III nya, Kondisi Supply Demand emas global, dll.

Setelah dilanda berbagai krisis, perekonomian dunia diramalkan para ahli belum benar-benar akan pulih. Krisis Keuangan di beberapa zona penting dunia akan tetap menjadi awan mendung yang senantiasa mengancam, apakah akan berubah menjadi badai yang merusakan atau berangsur sirna menjadi cerah.

Kondisi yang tidak menentu ini mendorong pelaku pasar / para investor untuk tetap berburu emas (flight to quality) sebagai instrument alternatif (save haven).

Penyelesaian Krisis Eropa dipercaya para investor apapun hasilnya tetap akan mendorong pada naiknya harga emas. Bila pasar merasa comfortable dengan upaya penyelesaian yang akan dilakukan Dewan Ekonomi Eropa, maka Euro akan kembali menguat – Dollar akan nampak wajah aslinya dan emas akan mendapat satu lagi daya dorong untuk naik ke atas.

Dan bila Krisis Eropa berlanjut maka pasar finansial dunia akan terpukul dan korban selanjutnya adalah terjadi krisis perbankan dimana bank-bank besar akan mendapat imbas yang luar biasa. Bank-bank besar dunia berpusat di Amerika maka akan terjadi “penularan” krisis dari Eropa ke Amerika. Selanjutnya krisis Eropa akan menjadi krisis dunia. Sebagaimana pengalaman- pengalaman sebelumnya setiap terjadi krisis selalu berakibat terkoreksinya harga emas, dan ini berakibat harga emas naik secara eksponensial.

Kebijakan The Fed dengan Quantitative Easing (QE) tahap III yang akan dilakukan secara bertahap kembali akan mendongkrak harga emas ke level yang lebih tinggi. Sebagaimana QE I  tahun 2008 dan QE II 2010  terbukti sangat efektif mendongkrak harga emas dunia untuk melejit ke tingkat harga sekarang yang sudah lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan masa-masa sebelum dunia mengenal QE.

Secara sederhana QE sangat mirip dengan pencetakan dollar yang akan bermuara pada semakin melemahnya dollar. Dan pengadil yang jujur untuk dollar bukan mata uang yang lain tetapi adalah emas. Kebijakan QE ini bila dikombinasikan dengan Krisis Eropa diyakini para analis pasar komoditas akan menjadi roket pendorong melejitnya harga emas ke tingkat yang tidak pernah terbayangkan.

Emas selain diperdagangkan dipasar finansial (sebagai instrument investasi) juga secara nature merupakan barang / komoditas dan di-transaksikan sebagian besar di pasar komoditas. Sebagaimana komoditas yang lain, pergerakan harganya sangat dipengaruhi oleh kondisi besarnya permintaan dan penawaran.

 Menurut data dari Word Gold Council (WGC) mulai tahun 2011 jumlah penawaran / supply emas dunia lebih rendah dari jumlah permintaannya. Tahun 2013 diyakini para trader pasar komoditas bahwa Gap antara supply dan demand akan semakin lebar yang disebabkan banyaknya rencana dari berbagai Bank Sentral Negara yang akan melakukan Net Buying terhadap emas sebagai upaya memperkuat mata uangnya.

Dari beberapa pertimbangan diatas, prediksi harga emas tahun 2013 dengan pendekatan skenario optimis adalah perhitungan trend dengan data 3 tahun yang menunjukan perkiraan harga tertinggi tahun 2013 sebesar Rp 667.000,- per gram dan harga rata-rata sebesar Rp 614.000,- per gram.  Skenario ini memiliki probabilitas terbesar untuk terjadi. Karena kondisi makro ekonomi tahun 2013 tidak jauh berbeda dengan kondisi tiga tahun terakhir.

Sementara untuk skenario moderat, harga yang bisa diterima  adalah perhitungan trend dengan data 7 tahun yang menunjukan perkiraan harga tertinggi Rp 630.000,- dan harga rat-rata sebesar Rp 585.000,- per gram. Skenario mana yang dipilih tentunya sangat tergantung pada tingkat keyakinan anda sebagai pebisnis untuk melakukan investasi di tahun 2013 mendatang.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari