Tanggal Hari Ini : 23 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Melirik Emas Batangan Sebagai Instrumen Investasi
Kamis, 17 Januari 2013 09:42 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Potensi bisnis emas sebagai instrument investasi di Indonesia sangat besar. Hal tersebut diungkapkan Surjadi Widjaya, Head of Sales Straits Bullion, sebuah Perusahaan Modal Asing (PMA) yang telah mendapat ijin perdagangan dan impor emas di In­donesia, dan kini tengah melirik potensi pasar yang sangat besar di Indonesia. Perusahaan ini membuka kantor di Equity Tower, Kawasan SCBD Jl. Jendral Sudirman, Jakarta.

Pemegang saham Straits Bullion adalah Straits Finan­cial Group Singapura yang merupakan perusahaan perantara perdagangan dari CWT Group, sebuah perusahaan publik terbesar di Asia Tenggara yang bergerak di bidang logistik.

 

Minim Edukasi

Besarnya potensi bisnis emas sebagai instrument investasi yang menguntungkan belum dibarengi dengan sosialisasi dan edukasi yang benar. Hal tersebut juga diakui Surjadi. Menurutnya,  edukasi tentang investasi emas di Indonesia masih sangat minim, padahal emas merupakan salah satu instrument in­vestasi yang masih terbaik saat ini. Selain karena nilainya yang terus meningkat setiap tahun, sifatnya yang mudah diuangkan kembali jika sewaktu-waktu diperlukan juga merupakan nilai lebih yang dimiliki oleh emas.

Selain masih rendahnya edukasi tentang investasi emas, standarisasi emas di Indonesia juga sangat minim. Masyarakat banyak yang keliru dan ‘tertipu’ dalam memahami investasi emas, karena rendahnya standarisasi emas yang ada. Standar emas yang dijual toko-toko perhiasan di Indonesia masih sangat jauh dari ketentuan yang disyaratkan, bahkan cenderung jauh dari standar. 

Saat ini masyarakat yang ingin memiliki emas sebagai instrument investasi harus hati-hati agar tidak ‘buntung’. Di Indonesia emas batangan yang diproduksi oleh Aneka Tambang (ANTAM) dengan standar London Bullion Market Association (LBMA) yang diperjualbelikan di Indonesia  merupakan standar resmi yang diakui oleh para pelaku bisnis emas.

 Melirik Emas Batangan Sebagai Instrumen Investasi

Karatase Emas

Masyarakat Indonesia dalam melihat kualitas emas sering menyebutnya dengan standar karatase, yang dinyatakan dalam karatase 18, 20, 22 atau bahkan karatase 24 karat. Kenyataannya banyak emas, teruta­ma emas perhiasan yang beredar di pasar antara label yang tertera dengan kandungan emas yang sebenarnya berbeda. Ada emas perhiasan yang memiliki kandungan kadarnya hanya 40%, 50% atau bahkan 70%.

Hal tersebut sering dialami oleh pelanggan yang membeli emas perhiasan di toko-toko emas, namun setelah 3 atau 5 tahun ketika emas perhiasan tersebut akan dijual kembali ke pemilik ke toko semula, harga  emas perhiasannya ternyata dihargai sama dengan harga saat membeli, sehingga banyak yang bertanya, mana keuntungan investasinya?

 emas batangan sebagai istrument investasi

Rawan Pemalsuan

Belum adanya standarisasi emas di Indonesia, memancing sejumlah kerawanan adanya pemalsuan emas. Salah satu modus kerawanan pemalsuan emas yang di­lakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab adalah mencari material yang memiliki masa jenis sama dengan emas. Material tersebut bernama tungsten, yaitu sejenis wolf-ram, filament yang sering digunakan untuk bola lampu. Har­ga tungsten sangat murah, namun memiliki masa jenis yang sama dengan emas. Para pemalsu membuat seakan-akan emas lantakan seluruhnya adalah emas, padahal produk tersebut ditengah-tengahnya diisi dengan tungsten atau atau emas batangan yang ditutup/dibalut dengan emas asli seakan-akan semua produk emas batangan atau emas perhiasan tersebut menyerupai emas lantakan asli.

Biasanya untuk pengujian kadar keaslian emas dilaku­kan dengan memotong permukaan fisik emas untuk mengetahui material aslinya. Namun hal ini sangat sulit dilakukan dalam transaksi umum yang terjadi di masyarakat.

Menurut Surjadi, ada juga alat un­tuk mengukur keaslian emas, namun daya tembusnya hanya mampu mendeteksi pada ketebalan dibawah 5 micron, cuma mendeteksi keaslian di permukaan emas saja, sedangkan yang di tengah-tengah dengan ketebalan tertentu masih belum bisa.

Melihat adanya kecenderungan yang masih belum ‘aman’ di Indonesia tersebut Straits Bullion memiliki strategi tersendiri untuk menyediakan emas berkualitas tinggi dalam bentuk gold bar yang berbentuk emas batangan dari PAMP Gold Suisse.

 PAMP, Produits Artistiques Metaux Precieux, merupakan perusahaan emas yang mempunyai merek terkemuka di dunia dan perusahaan penyuling emas terpercaya untuk produsen logam mulia.

Straits Bullion juga sebagai distributor sertifikat emas dari United Overseas Bank (UOB) Singapore, yang memberikan kemudahan nasabah untuk menyimpan dan mengambil kembali emas nasabah di Singapore. Straits Bullion juga menawarkan produk berupa simpanan emas, yang pertama kali di Indonesia simpanan berbentuk emas. Dengan menyadari bahwa emas sebagai sarana investasi, dan menghormati kemunculan “demam emas” baru oleh masyarakat Indonesia, perusahaan ini juga melaunching bentuk-bentuk emas batangan yang eksotik dan sangat menarik

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari