Tanggal Hari Ini : 23 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Alvin Fauzie Bisnis Jasa Fotografi
Selasa, 09 Oktober 2012 10:45 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Dunia fotografi adalah salah satu seni yang menuntut ketekunan, keindahan,dan kesabaran. Untuk memperoleh momen yang tepat, kepiawaian seorang fotografer membidikkan kameranya ke sebuah obyek merupakan seni tersendiri. Seni fotografi kini merupakan ladang bisnis yang prospektif. Terlebih di era digital seperti saat ini. Seperti yang dilakukan Alvin Fauzie (22) mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Alvin sukses menekuni dunia fotografi sebagai bisnis yang menggiurkan.
Dari Hobby ke Bisnis Mula-mula dunia fotografi hanyalah hobby semata bagi Alvin.

Sejak masih sekolah di SMA 3 Yogyakarta, Alvin sudah menggandrungi dunia fotografi. Sehari-hari bersama komunitasnya di dunia maya ia sering mendiskusikan foto-foto hasil bidikan kameranya, dan seputar dunia fotografi. Hobby Alvin yang menyukai dunia fotografi telah menjelma menjadi entitas bisnis yang sangat menarik. Dengan kamera sederhana yang ia miliki, Alvin mampu menghasilkan karya-karya fotografi yang hasilnya cukup disegani oleh kalangan fotografer di Indonesia.

Meski umurnya saat itu baru 18 tahun, namun Alvin telah memperoleh kepercayaan dari beberapa pemilik studio foto untuk menjadi fotografer freelance yang menerima pesananpemotretan untuk pre wedding, product, maupun kegiatan pemotretan outdoor lainnya,baik di Yogyakarta maupun di luar kota Yogyakarta.Pada awal tahun 2009, Alvin bertemu dengan seorang yang tertarik menjadi investor dan ingin membuka usaha bersama de-ngannya. Ia menawarkan dana investasi Rp100juta kepada Alvin untuk mendirikan foto studio bersama.

Sebagian dana tersebut digunakan untuk menyewa sebuah ruko di Kawasan Sagan, Yogyakarta, sebagian lagi digunakan untuk merenovasi ruko tersebut sehingga menjadi foto studio yang cantik, serta sebagian lagi ia gunakan untuk membeli perlengkapan dan peralatan fotografi. Ia menerima tawaran investasi dari seorang investor yang dikenalnya karena investor tersebut ternyata juga seorang pehobby fotografi. Dengan modal nol, dan dukungan seorang investor, Alvin telah mampu memiliki studio fotografi impiannya dan siap memberikan jasa fotografi secara profesional.

Agar cepat dikenal masyarakat, Alvin membuat website serta memanfaatkan jejaring sosial seperti facebook, twiter untuk memperkenalkan usahanya. Promosi ini selain murah juga interaktif, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama berbagai perusahaan menengah dan besar, universitas-universitas, sekolah, mempercayakan jasa pembuatan foto kepadanya. Demikian juga dengan perusahaan farmasi, resto. Bahkan pelanggan retail yang membuat foto acara pra wedding dan wedding juga kian banyak peminatnya. Sepanjang tahun 2009, omzet yang diperoleh Alvin mencapai Rp98juta dengan laba bersih sebanyak 35juta, tahun 2010 lalu omzetnya mencapai Rp300juta dengan hasil bersih sebanyak Rp90juta, di tahun 2011 ini proyeksi omzetnya mencapai Rp1 miliar dengan proyeksi keuntungan sebesar Rp300juta, dan pada tahun 2012 proyeksi omzet sebesar Rp3 miliar pertahun dengan proyeksi keuntungan sebanyak Rp1 miliar.

Alvin bahkan berani menargetkan pada tahun 2015 mendatang usaha fotografinya menjadi salah satu perusahaan jasa fotografi yang memiliki market leader terbesar di ndonesia. Langkah tersebut ia lakukan dengan menggandeng para fotografer freelance profesional, membuka cabang di berbagai lokasi baik di Yogyakarta maupun di luar Yogyakarta, serta membuka sekolah fotografi. Saat ini Alvin sedang menyusun sistem bisnis yang memungkinkan usaha-nya dapat dikembangkan secara lebih luas. Satu hal yang membuat Alvin bangga, ia menampik anggapan banyak orang bahwa seniman sulit diatur apalagi dalam urusan bisnis.

Sebagai fotografer profesional, yang juga seorang seniman, Alvin mencoba memadukan hobby dan seni dapat menjadi peluang bisnis yang besar. Alvin ingin membuktikan bahwa seniman mampu be-kerja dengan sistem, dan mampu menciptakan bisnis prospektif. “Seniman juga bisa berwirausaha,” ujar anak ke 12 dari 12 bersaudara yang lahir di Jayapura, buah perkawinan Fauzie M Noor dan Nurhayati ini.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari