Tanggal Hari Ini : 23 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Mengawali Bisnis Dengan Niat Baik
Jumat, 05 Oktober 2012 13:27 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Di berbagai kesempatan ketika ditanya wartawan perihal motivasinya berbisnis, Mr Joger selalu mengatakan semua berawal dari niat baik. Ya niat baik, menurutnya seperti aliran energy yang akan menghasilkan keyakinan yang baik.
“Keyakinan yang baik akan memiliki tujuan yang baik. Setiap tujuan yang baik akan menghasilkan karya-karya
yang baik pula,” cetus suami dari Rr Ery Koesdarijati ini.

Soal niat baik ini, Mr Joger ingin niatnya mengalir saja seperti air, tetapi bukan air bah yang menyengsarakan, atau seperti matahari, tetapi bukan matahari di siang bolong yang menyengat,ingin melindungi tetapi bukan maha melindungi. Gambaran tentang niat baik ini ia kemukakan, sebagai landasaran bekerja dan berhubungan dengan orang lain. Pernah suatu hari ia memutuskan berjualan Sandal Joger karena didorongoleh niat baik membantu seseorang pengusaha sandal yang hampir bangkrut usahanya. Namun dalam perjalanannya,suplyer sandal tersebut mulai tidak jujur dan semena-mena kepada karyawannya, iapun memutuskan untuk tidak mengambil produk sandal darinya.

“Saya putuskan karena mereka sudah tidak memiliki niat baik lagi,” cetusnya. Ia akhirnya bertemu dengan suplayer sandal lain yang memiliki niat baik, dan hubungan niat baik itu tetap berlangsung hingga sekarang. Niat Baik Lebih Membahagiakan Hal serupa juga ia pernah ia alami, di awal tahun 1980an. Saat itu ia pernah berbisnis furniture untuk ekspor,khususnya ke Jerman. Bisnis ekspor furniture saat itu sedang ramai-ramainya. Seorang pelanggan di Jerman yang datang kepadanya mengatakan, gara-gara ia menjual furniture maka banyak kayu-kayu di hutan di Indonesia habis ditebang.

Meski ia berkilah bahwa kayu-kayu yang digunakan untuk bahan furniture ekspor dibeli secara legal. Namun ia tidak dapat memastikan bahwa mereka yang menjual kayu-kayu kepadanya memperolehnya secara legal pula. Pertentangan batin yang sangat kuat, antara terus mengelola bisnis furniture atau memutuskan untuk menghentikannya. Ia memilih untuk berhenti dan mendengar suara hatinya yang paling dalam. Hal itu ia lakukan karena tujuan ia berbisnis adalah untuk bahagia, bukan untuk kaya. Apalah arti kekayaan jika tidak bahagia.

Bermanfaat Kepada Orang Lain Juga Kepada Diri Sendiri Di tengah-tengah wawancara Mr. Joger dengan Majalah Wirausaha dan Keuangan, penganut Kristen Katolik ini mengutip hadist Muhammad Rasulullah, yang mengatakan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat. “Bukan saja bermanfaat terhadap orang lain, tetapi juga pada dirinya sendiri,” tambahnya. Berbekal niat baik pulalah ia merintis mendirikan usaha berjualan aneka kerajinan dan batik secara door to door di Denpasar, Bali. Modalnya saat itu hanya Rp500 ribu. Ia juga harus mengerjakan sendiri, mulai dari mencari produk, menyiapkan dan menjualnya dari pintu ke pintu untuk mendapatkan pembeli.

Ia benar-benar bekerja keras. Disebuah catatan harian yang ditulisnya sendiri ia menulis : Waktu itu saya sempat bekerja seperti orang gila. Pagi kerja, siang kerja, sore kerja, malam lembur, dan every day was Monday for us. Setelah usaha mulai berjalan, dan telah memiliki seorang staf yang membantunya, berbagai kemudahan mulai datang. Ia mendapat pinjaman menggunakan dan menempati sebuah toko (meskipun kemudian juga harus dibayar) milik ibunya. Toko yang menjual aneka kerajinan dan batik itu kemudian diberi nama Art & Batik Shop Joger. Joger sendiri adalah gabungan nama ia, Joseph Wulianadi dengan Gerhad Seeger. Gerhard adalah salah seorang teman kuliahnya sewaktu Joseph kuliah di Hotelfachuce, Bad Wiesee, Jerman Barat awal tahun 1970an yang pernah memberikan hadiah uang pada saat perkawinannya.

Kini niat baik itu terus dipelihara, memancarkan spektrum kebaikan yang lebih luas bukan saja kepada dirinya sendiri, tetapi juga kepada ratusan orang yang telah bekerja di usaha yang didirikannya, juga kepada para suplyer-suplyer, serta pelangganpelanggannya, bahkan kepada Negara, karena Mr. Joger adalah salah satu pembayar pajak perorangan terbaik se Nusa Tenggara.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari