Tanggal Hari Ini : 23 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
H.Masyhari Ketemu Bisnis Obat Kuat
Jumat, 05 Oktober 2012 11:31 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Sejak kapan seseorang merasa memiliki talenta bisnis? Tidak ada seorangpun yang dapat menjawab dengan cepat, termasuk para pebisnis sukses sekalipun. Mereka, para pebisnis sukses selalu mengatakan pencapaian bisnis yang kini diperolehnya adalah sebuah perjuangan panjang yang dilalui dari nol, dari kecil, bahkan dari pergulatan jatuh bangun menghadapi berbagai persoalan dan hambatan bisnis yang hadir setiap saat.

H Masyhari (49), tokoh inspiratif yang kami ketengahkan dalam Majalah Wirausaha dan Keuangan edisi kali ini, memiliki jejak perjuangan panjang dan heroik yang patut untuk diikuti oleh setiap orang, khususnya anak-anak muda Indonesia dalam menggeluti sebuah bisnis. Seperti yang dikatakan Masyahari, kesuksesan tidak datang tiba-tiba, juga tidak hadir dengan cara yang instan. Perjuangannya sebagai pebisnis diawali dari ketiadaan karena Masyhari kecil, selepas lulus SLTP di Demak, Jawa Tengah, memilih pergi dari rumahnya untuk hijrah menuju Jakarta. Dalam benak Masyhari, mengapa ia harus melanjutkan sekolah sementara banyak lulusan sekolah tinggi yang ada di daerahnya banyak yang menganggur.

Karenanya ia menolak anjuran keluarganya agar mengurungkan niatnya ke Jakarta mencari uang, dan melanjutkan ke jenjang sekolah SMA saja seperti anak-anak lain pada umumnya. Niatnya ke Jakarta untuk mencari uang benar-benar telah bulat. Seorang kerabat yang tinggal di Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan menjadi tujuannya. Sesampai di Jakarta, seorang kerabatnya bertanya, mau ngapain datang ke Jakarta? Ia menjawab, “saya mau cari uang,”. Hanya beberapa hari setelah tinggal di rumah saudaranya ia memutuskan dan membulatkan tekadnya untuk mencari uang sendiri. Pekerjaan pertama yang dilakukan adalah berjualan minyak tanah. Pelanggannya adalah pemilik warteg, kios kaki lima hingga rumah-rumah petak. Tiga bulan kemudian ia berpindah profesi sebagai penjual koran keliling.

Dengan menjual koran ia dapat membaca gratis berbagai majalah dan koran yang dijualnya. Melalui majalah dan koran yang dibacanya setiap hari pengetahuannya bertambah, keinginanya untuk sukses kian berkibar-kibar. Suatu hari, saat ia menunaikan sholat dhuhur di sebuah mushola selepas berjualan koran, ia bertemu dengan anak-anak SMA yang sedang menunaikan sholat. Ia bertanya, berapa biaya per bulan untuk masuk sekolah SMA di Jakarta? Anak-anak SMA itu menjawab : biaya sumbangan pendidikan (SPP) hanya Rp3ribu per bulan, dan uang pangkalnya hanya Rp5ribu per bulan kala itu. Dengan hasil kerja sebagai loper koran dan majalah yang diperoleh setiap hari, Masyhari merasa mampu bukan saja membayar uang sekolah tetapi juga uang kost dan biaya hidupnya sehari-hari secara mandiri.

Sejak saat itulah ia masuk sekolah SMA Asyafiiyah, Tebet dari biaya yang dicarinya sendiri. Dalam perjalan bisnis yang dijalani, kesuksesan demi kesuksesan mampu ia raih. Hidupnya penuh sinar terang kesuksesan, namun kebangkrutan dan kegagalan juga kadang menghampirinya. Ia kemudian bangkit lagi, belajar lagi, dan satu demi satu sukses itu diraihnya kembali. Berbagai pengalaman pahit telah ia rasakan, berbagai pekerjaan pernah ia rasakan, menjadi sales, penjual obat, hingga kini mengelola aneka perusahaan mulai dari bisnis jamu, usaha advertising, bisnis travel yang menyelenggarakan umroh plus dan haji, usaha property yang mengelola puluhan rumah kost, menjadi dosen, hingga ustad di pengajian-pengajian.

Bagi Masyhari, yang akhir tahun 2010 lalu memperoleh gelar doktor (S3) setelah mempertahankan disertasi doktornya yang berjudul Analisis Faktor-Faktor yang Menentukan Peningkatan Industri Jamu Tradisional dalam Rangka Penciptaan Lapangan Kerja serta Implikasinya terhadap Kesejahteraan Karyawan Jamu Tradisional di DKI Jakarta, di Universitas Borobudur, Jakarta semakin mengukuhkan pendapatnya bahwa jika seseorang ingin menjadi pebisnis sukses diperlukan sikap multi talenta. “Talenta berbisnis itu ada di setiap orang, tinggal mereka mau atau tidak untuk menjalankan,” ujarnya.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari