Tanggal Hari Ini : 23 Sep 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Diversifikasi Bisnis UMKM
Jumat, 05 Oktober 2012 11:04 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Pebisnis, bahkan yang UMKM sekalipun, kini semakin lihay dalam meningkatkan kapasitas bisnisnya. Pengetahuan meningkatkan kapasitas bisnis kini semakin mudah diperoleh, melalui seminar, workshop, buku/majalah kewirausahaan, hingga sharing pengalaman dengan sesama pebisnis lainnya. Para pebisnis biasanya menggunakan
berbagai langkah untuk me-ningkatkan usahanya, misalnya dengan menambah jumlah outlet, meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran, serta memperbesar skala usaha.

Seorang pebisnis resto misalnya, tahun pertama ia hanya membuka satu outlet, namun tahun kedua saat bisnisnya sudah berjalan, dan ingin mening-katkan kapasitas bisnisnya, merubah outlet yang semula kecil menjadi resto besar dengan halaman parkir yang luas, serta memperbanyak outlet, serta. Contoh ini dapat anda lihat pada gerai Steak Abuba, Bakmi Golek, Resto Kepiting Cak Gundul, Restauran Dapur Sunda, Restauran Bumbu Desa, Kebab Turki Baba Rafi, Bakso Cak Eko, Bakso Kuto, Bakso Kepala Sapi, dll.

Bisnis lain, dan beberapa bisnis laundry juga berawal dari gerai kecil. Terlebih jika pemiliknya memiliki kemampuan mengembangkan bisnisnya melalui system bisnis yang tepat, gerai akan bertambah cepat dalam waktu yang singkat. Tetapi ada juga pebisnis yang mengembangkan kekayaannya dengan melakukan diversifikasi bisnis. Meski-pun jika ditanya kepada pemiliknya ia tak paham dengan istilah diversifikasi bisnis. “Saya tidak mengetahui maksudnya diversifikasi bisnis. Bagi saya bisnis itu kepandaian mencari peluang,” ujar Merry, produsen Mie Ayam yang mensuplay tak kurang dari 400an pedagang bakmi ayam di Jakarta dan Bekasi.

Merry mungkin benar, tak paham makna diversifikasi bisnis. Karena itu bukanlah hal penting. Yang penting ba-ginya adalah bagaimana ia dapat terus mempertahankan bisnisnya, mening-katkan usahanya dari tahun ke tahun, serta mencari peluang bisnis baru yang dapat menambah penghasilannya. Berbisnis produk mie basah telah dilakukan Merry bertahun-tahun, kare-na ia tak mungkin menambah jumlah outlet karena keterbatasan tempat, dan persaingan bisnis, Merry dan Katija, suami istri ini mencoba mengembangkan usahanya dengan cara mendiversifikasi bisnis dengan bisnis lainnya.

Tiga tahun lalu Merry membuka usaha keagenan gas, dan air minum. Selain itu ia juga membuka usaha rumah kost-kostan. Dengan usaha barunya ini, Merry dapat meningkatkan penghasilan setiap bulan, selain dari penghasil-an utamanya dari memproduksi mie ayam basah yang mencapai kapasitas 500-700 kg per hari, Merry juga memperoleh pemasukan tambahan dari usaha keagenan, dan kost-kostan. Seiring dengan usaha utamanya yang tumbuh, usaha baru yang dikembangkan juga jalan.

Dukungan Permodalan dari Perbankan Semakin berkembangnya sebuah usaha, baik yang dikembangkan secara vertikal maupun horizontal, atau diversifikasi bisnis, ternyata dukungan permodalan berupa kredit dari perbankan sangat dibutuhkan. “Kalau mengandalkan uang sendiri,muternya usaha kurang cepet,” ujar Merry kepada Majalah Wirausaha dan Keuangan beberapa waktu lalu. Tetapi ada kendala yang selama ini menjadi ganjalannya. Prosedur kredit untuk pengusaha UMKM seperti Merry ini masih sulit didapat.

Kalaupun ada, syaratnya rumit. Kalaupun bisa, kredit yang diperolehpun relatif sedikit, tidak sebanding dengan dana yang diperlukan. Merry mengaku, untuk mendukung usahanya ia kadang mendapatkan kredit dari ‘pelepas uang’ yang bunganya cukup tinggi. Peran perbankan, dan dukungan negara bagi pengusaha seperti Merry, sepertinya layak diterima olehnya. Ia telah berjuang sendiri, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat yang kini sangat memerlukannya.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari