Tanggal Hari Ini : 24 Jul 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Bisnis Pisang Goreng Crispy
Kamis, 03 Mei 2012 08:15 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Pernah mendengar  booming bisnis pisang goreng? Beberapa nama bisnis pisang goreng sempat  tenar beberapa waktu lalu, namun kemudian meredup seiring dengan menurunnya minat masyarakat terhadap produk ini.Namun di mata Ery Ashok usaha  pisang goreng tetap menarik.   Menurutnya, bisnis  pisang goreng tetap memiliki prospek yang baik.

Belajar dari pengalaman yang sudah ada, ia tidak membuat pisang goreng biasa tetapi pisang goreng crispy.  Karena selama ini pisang goreng masih memiliki image sebagai makanan murahan yang dijual di emperan jalan. Selain itu cara pembuatannya hanya dibaluri adonan tepung terigu, kemudian digoreng.

Alumnus Fakultas Teknik Sipil Universitas Parahyangan  Bandung ini kemudian mencoba  membuat bumbu serta membentuk tampilan pisang goreng crispy yang pas. Tahun 2005 ia membuka usaha di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara dengan merek Ta B’nana. Saat itu usahanya masih di pinggir jalan.

Agar menarik, both/gerobak   ditempeli disain pisang goreng dengan penataan yang menarik.  Bumbu yang digunakan juga menggunakan bumbu crispy,  seperti bumbu ayam goreng crispy dengan harga jual Rp1.500 per potong.“Bumbu tersebut ciptaan saya dan isteri saya,” ujarnya.Untuk kualitas terbaik, pisang yang digunakan adalah pisang kepok yang dikirim langsung dari Pontianak.“Pisang ini tidak mengandung banyak minyak sehingga lebih sehat,”papar Ery.

Susahnya Mengawali Bisnis

Saat pertama kali mengawali bisnis ini, lelaki kelahiran Jambi ini mengakui bahwa cukup sulit untuk memulainya. Penjualan masih belum sesuai yang diharapkan, saat itu 1 hari hanya laku 30 potong saja, sementara harapannya lebih banyak.

Minggu berikutnya pun tidak ada kemajuan. Ia hampir putus asa dan ingin menutup usahanya. Tetapi niat tersebut ia urungkan. Ia pindah ke lokasi yang lebih ramai dan strategis.  Di tempat yang baru itulah usahanya mulai dikenal pelanggan. Banyak diantara mereka yang minta untuk bekerjasama.

Dengan brand yang cukup dikenal, iapun membuka kesempatan kemitraan dengan para peminat bisnis. Sejak tahun 2006 hingga kini telah ada 30 cabang Ta’Banana di seantero Jakarta dan daerah lainnya.

Ada dua tipe kemitraan yang ditawarkan, pertama  tipe both dan tipe kios. Tipe both, yakni both Banana Reguler dan Both Banana Premier. Investasinya berkisar Rp 6,5 juta hingga Rp 7,5 juta.  Mitra akan mendapat beberapa fasilitas seperti, both ukuran 120cm x 60cm x 200cm, peralatan menggoreng, Cold Box 35 liter, Ice Pack, Blender, X-Banner, brosur, seragam, bonus bahan baku makanan dan minuman serta bumbu dan dus. Untuk tipe both Banana Pop Primer ada tambahan Parasol Banana Pop dan Meja diluar kaki meja dan kursi.

Sedangkan untuk tipe Kios, investasi sebesar Rp23,5 juta. Selain mendapatkankan fasilitas seperti paket both, mitra juga mendapatkan foto dinding dan acrylic 90 x 60cm, menu table ukuran A3, buku, CD, serta bonus bahan baku makanan, minuman, bumbu dan dus.Untuk menjaga kualitas produk dan meningkatkan kerjasama, Banana both dikhususkan untuk mitra di daerah pulau Jawa dan Sumatera, di luar itu. Ia menawarkan tipe kios.

Selain investasi dana, calon mitra juga harus menyediakan space usaha di lokasi yang strategis serta karyawan. Karyawan tersebut akan diberikan training cara menggoreng pisang yang benar, serta penyajiannya. Sedangkan untuk tipe kios karyawannya akan diberikan waktu training lebih lama karena mereka akan diajarkan cara mencampurkan bumbu sesuai takaran yang pas.

Untuk menghadapi persaingan dan kejenuhan pasar, Ery melakukan inovasi dengan melaunching menu-menu baru dengan varian antara lain  banana sticks, banana balls, banana chips, banana strips, banana pops, banana rings, banana ribbons. Harga per porsi untuk menu tersebut  Rp6.000 per porsi, namun jika ditambah dengan toping harganya juga naik menjadi Rp6500 per porsi.

Saat ini Ta B’nana sudah memiliki dua toping yaitu, cair dan bubuk.  Toping cair ada beberapa rasa, seperti coklat, keju, BBQ, stawberry, blueberry, Mayo, colek. Sedangkan toping bubuk ada rasa coklat, keju, BBQ, balado dan jagung manis.

Ery yakin omzet minimal perhari untuk tipe both bisa mencapai Rp300 ribu,  dan tipe kios Rp1 juta. Dengan omzet rata-rata sebesar tersebut diharapkan Return of Investmentnya dapat kembali pada 3 hingga 4 bulan saja.

“Hal penting yang harus diperhatikan  dalam memulai usaha pisang goreng crispy adalah pemilihan lokasi. Pilihlah lokasi usaha yang strategis dan cukup ramai,” cetusnya.

Membantu Mitra

Sebagai tindak lanjut  kemitraan bisnis, Ery selalu memperhatikan perkembangan mitra melalui penjualan bumbu. Apabila penjualan berkurang, ia akan menelpon dan menanyakan masalahnya. Bila berkaitan dengan lokasi yang sepi, ia tak segan-segan untuk menyarankan agar pindah ke lokasi yang lain.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari