Tanggal Hari Ini : 23 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
CSR PLN WS2JB Turut Membangun Kewirausahaan Indonesia
Rabu, 11 April 2012 09:36 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT PLN Persero,  mengemban tugas membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bentuk dan wujud kegiatan tersesebut tertuang dalam berbagai program kegiatan kepedulian Community Social Responsibility (CSR).

Program  CSR PLN WS2JB diperuntukkan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah operasional PLN WS2JB yang dituangkan dalam berbagai bentuk kegiatan, antara lain bantuan sarana dan prasarana bagi dunia pendidikan, bantuan kredit usaha dengan bunga rendah, serta pengembangan sumberdaya manusia dan kewirausahaan.

Deputy Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN WS2JB, Selamat DS, menuturkan, dalam mengembangkan program CSR, PLN WS2JB tidak hanya memberikan ‘ikannya’  saja tetapi juga memberikan ‘kailnya’.   “Selain memberikan pinjaman dana bergulir melalui Program kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) kepada para pengusaha mikro dan kecil,  kami juga melakukan pembinaan bagi tumbuh dan berkembangnya kewirausahaan di kawasan operasional PLN WS2JB. Beberapa waktu lalu kami bekerjasama dengan lembaga pendidikan dan pesantren untuk untuk melatih dan mendidik para santri berjumlah 21 orang untuk berwirausaha,” ujar Selamat.

Setelah mengikuti pelatihan kewirausahan selama satu bulan, lanjut Selamat,  para santri kemudian membuat rencana usaha sesuai yang diinginkan. Ada yang mengajukan usaha jahit, ternak kambing atau sapi, dan ada yang ingin berjualan makanan, dll. Setelah melalui seleksi dan pembinaan PLN WS2JB memberikan bantuan yang diperlukan agar usahanya dapat berjalan.

 

Mengembangkan Usaha Mikro  

Kini PLN WS2JB memiliki mitra binaan-mitra binaan sebagai wujud keikutsertaan PLN WS2JB dalam Program PKBL, diantaranya turut mengembangkan dan mendukung usaha penggemukan sapi milik Yuniarti  di wilayah Sukarami, Palembang.

Yuniarti, semula hanya bermodalkan 4 ekor sapi,  kini usaha itu telah berkembang dengan baik dengan dukungan program PKBL dari PLN WS2JB. Saat itu, tahun 2005,  Yuniarti mengajukan pinjaman modal program PKBL dari PLN WS2JB dengan bunga rendah. Ia memperoleh pinjaman Rp25 juta yang digunakan untuk menambah jumlah sapi.  Selain mendapatkan bantuan modal, Yuniarti juga mendapat bantuan manajemen sederhana dari PLN WS2JB.  “Saya mendapat training bagaimana mengolah manajemen dan pemasaran usaha yang saya jalani,”paparnya.

Kegiatan usaha penggemukan sapi lokal Palembang dan sapi Bali ini kini terus berkembang, dan memberikan lapangan pekerjaan dan keuntungan ekonomi bagi Yunarti dan keluarganya, terlebih permintaan menjelang hari raya Idul adha seperti beberapa waktu lalu. .

Salah satu mitra binaan PLN WS2JB lainnya adalah Nyayu Fauziah, salah seorang perajin songket. Songket merupakan kain tradisional khas Palembang. Tidak semua daerah memiki kain ini, desainnya yang indah lagi unik serta proses pembuatan yang memakan waktu dan kesabaran, membuat kain ini selalu diincar orang. Penggemarnya bukan hanya di daerah Sumatera saja, tetapi hampir seluruh masyarakat Indonesia, pasarnya bahkan hingga ke manca negara.

Nyayu Fauziah (52), memulai usaha tenun songket sejak tahun 1991dengan modal Rp15juta. Karena pasar produk ini cukup bagus  maka setiap tahun permintaannya terus bertambah. Fauziah juga rajin memasarkan produk tenun songketnya ke pejabat-pejabat di daerah Palembang, menjelaskan desain dan kualitas dari produk yang dihasilkan. Ia juga rajin menitipkan songket pada saudara dan teman-temannya yang bekerja di departemen-departemen pemerintah untuk dibantu dijualkan.

“Target pasar saya adalah masyarakat kelas menengah atas. Pasalnya bahan baku songket ini sulit di dapat, belum lagi proses pembuatannya yang memakan waktu. Harga yang ditawarpun cukup mahal berkisar Rp300 ribu hingga Rp 8,5 juta, jadi pemasaran produk juga harus tepat sasaran,”ujarnya.

Dengan ketekunan dan kegigihannya,wanita kelahiran Palembang 27 November ini pun mampu meningkatkan jumlah pelanggan. Untuk memperbesar usahanya, ia mengajukan kredit Program PKBL kepada PT PLN WS2JB dengan bunga rendah. Dana tersebut ia gunakan untuk menambah biaya kerja pengrajin dan membeli bahan baku yang diperlukan.

 “Saya menggunakan benang tenun dari Cina dan benang  lokal yang berkualitas,”paparnya.

Beruntung bagi wanita yang tumbuh di lingkungan penenun ini meminjam pada PLN WS2JB, selain mendapat bantuan modal, Fauziah juga dibantu promosi dengan cara ikut serta dalam pameran. Melalui berbagai pameran, wanita yang juga hobi memasak ini juga banyak mendapatkan pelanggan maupun mitra.

“Ada beberapa buyer yang sekarang bekerjasama dengan saya. Peleanggan sayapun sudah meluas, tak hanya di daerah Palembang tetapi sudah sampai seluruh Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Malaysia.

Permintaan jenis songketpun terus bertambah, telah ada 20 jenis songket, diantara yang paling banyak dipesan adalah   jenis songket Leput Sekandang, sedangkan yang termahal adalah jenis songket Jantung dan termurah Songket Benang Mas.

Kapasitas produksi usahanya kini mencapai minimal mencapai 50 pices songket per tiga bulan dan 100 pices kain bordir per tiga bulan. Omzet yang diperoleh rata-rata mencapai Rp 100 juta setiap bulannya. Ia ingin sekali memiliki gallery sendiri di tengah-tengah kota Palembang.Saat ini semua kegiatan usaha masih dilakukan di tempat workshopnya yang sekaligus juga sebagai rumah tempat tinggal beralamat di  Jl R. Sukamto Lrg. Mesjid No 12 B Rt. 09 Rw 05 Palembang, Sumatra Selatan. n



comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari