Tanggal Hari Ini : 23 Nov 2017 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Mau Berwirausaha? Ciptakan Nilai Tambah
Senin, 24 Oktober 2011 09:38 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Muhammad Ruslan, pemilik usaha Norita Artistika, sejak awal menyadari bahwa seni, termasuk pembuatan ornament bangunan  tumbuh bersama budaya dan keinginan masyarakat.

“Kami sering mengingatkan para seniman di tim kami, meskipun kita diberikan kebebasan berkreasi  namun  setiap pekerjaan mempunyai time table yang ketat, kualitas karya yang baik, serta tren terbaru yang diinginkan oleh pelanggan,” ujarnya

Dengan falsafah seperti itu, maka tidak heran jika Norita Artistika kini memperoleh kepercayaan dari para kontraktor yang membangun gedung-gedung megah, mall, serta apartemen di Jakarta dan Bandung untuk mempercayakan pembuatan ornament bangunan dan gedung kepadanya. 

Ornament City Home Apartemen, dan French Walk Apartemen di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta, serta Furama Restaurant, Jl Hayam Wuruk, Jakarta dan beberapa lainnya yang ada di Bandung merupakan karya alumnus Insitut Seni Indonesia Yogyakarta ini.

Dengan kemampuannya, dan tim kreasi yang terus tumbuh,  Norita Artistika, telah menjadi salah satu perusahaan pembuat ornament bangunan dan gedung yang memiliki kelas tersendiri. Norita Artistika juga menjadi perusahaan yang semula sangat kecil, dengan skala home industri kini berkembang  menjadi bisnis di bidang pembuatan ornament yang sangat diperhitungkan. Nama M. Ruslan, sebagai creator  dan seniman  telah cukup berkibar dan dikenal dimana-mana.

Demikian juga dengan Drs Neken Jamin Sembiring. Pria asal Durin Serapit Biru-biru, Deli Serdang ini memulai usaha kecil-kecilan di Pasar Rumput, Manggarai Jakarta Selatan pada tahun 1976. Awalnya cuma menyediakan cabe giling saja, lantas berkembang ke berbagai macam bumbu.

Tahun 1977 barulah ia membuat usaha, berjualan bumbu-bumbu masak.  Selama tiga bulan ia dirundung kerugian terus menerus tetapi setelah mengetahui bagaimana cara mempertahankan dan menjual produk barulah ia  bersemangat untuk meneruskan usahanya dengan menyediakan bermacam-macam bumbu dapur lebih dari 20 tahun lamanya.

Ide ini juga berasal dari hal yang sangat sederhana, yang berawal dari usaha hasil pertanian seperti cabe, tomat, bawang, dan bahan lain yang mudah busuk.

Kini produk-produk bumbunya sudah banyak digunakan oleh masyarakat, bahkan banyak yang diekspor oleh perusahaan lain ke  Hongkong, Arab, hingga  Malaysia, dan Australia.

Pengalaman serupa juga dilakukan oleh Dimas Sulaeman (25) yang meramu Cireng, menjadi makanan berkelas. Apa kiatnya. Ia memodifikasi Cireng dengan menggabungkan Resep dari Timur dan Resep Barat.  Resep dari Barat yang dimaksud Dimas adalah adanya tambahan saus berbague dan saus sphagety yang ditambahkan pada penyajian Cireng tersebut. Tambahan dua bahan tadi dapat meningkatkan image sekaligus prestise Cireng dihadapan pelanggannya.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari