Tanggal Hari Ini : 24 Jul 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
CITRA AYU FURRY : MANFAATKAN KEPOMPONG JADI UANG
Selasa, 18 Oktober 2011 09:14 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Ide kreatif terkadang muncul tanpa disengaja seperti yang diakui Citra Ayu Furry (21). Saat dara yang masih kuliah di IPB jurusan Ilmu Produksi Teknologi Peternakan ini melakukan praktikum budidaya ulat sutera, ia tertarik dengan kepompong emas yang diabaikan oleh teman-temannya. “Saya begitu tertarik dengan kepompong itu karena warnanya emas dan bentuknya indah. Dari pada diabaikan begitu saja lantas saya mengajak tiga orang teman saya mengumpulkan kepompong. Ternyata kemompong ini begitu kuat, saya tarik-tarik tidak robek. Untuk mendapatkan kepompong ini kita tidak perlu membunuh ulatnya, karena ulatnya akan keluar sendiri dari kepompong. Yang lebih menarik lagi, ulat sutera ini termasuk jenis sutra liar hanya ada di daerah Sulawesi dan Jawa,”jelas wanita yang biasa di sapa Citra ini.

Ingin Memperkenalkan Ke Negara Lain

Setelah terkumpul banyak, akhirnya wanita yang lahir tanggal 23 Januari 1989 ini memanfaatkan kepompong menjadi sebuah bros. “Daripada hanya dikumpul saja, terfikir oleh saya untuk memanfaatkan kepompong menjadi sebuah bros. Lantas saya dan tiga teman saya mulai melakukan percobaan. Kepompong  digunting menjadi dua bagian dan dibentuk menjadi kelopak bunga. Lalu kelopak bunga itu direkatkan menggunakan lem tembak sampai terbentuk sebuah bunga yang sedang mekar kemudian ditempel putik plastic dan peniti,”ungkap wanita berkerudung ini.

Ternyata setelah bros bunga tersebut digunakan Citra dan tiga orang temannya untuk menghias jilbab, banyak yang tertarik. “Mereka memesan untuk mendapatkan bros yang sama. Saya menilai ini bisa dijadikan sebagai peluang usaha, apalagi kepompong ini asal Indonesia, selain sebagai peluang usaha saya bisa membawa kepompong ini sebagai salah satu cirikhas Indonesia,”paparnya bijak.

Karena masih disibukkan oleh kuliah, Citra dan ketiga temannya hanya membuat aksesoris bila ada pesanan dari teman-teman saja. “Ternyata peminatnya semakin hari semakin banyak. Akhirnya kami mulai memproduksi rutin dan membuat desain-desain baru. Pemasaran kami lakukan di pameran-pameran,”kata wanita yang hobi dengan fotografi ini.

Setelah mulai dikenal oleh kalangan kampus, Citra dan ketiga temannya berinisiatif mengikuti perlombaan PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) yang dilakukan oleh Dikti. “Februari 2010 kami memenangkan perlombaan dan mendapatkan hadiah sebesar Rp 7 juta. Lantas uang tersebut kami gunakan untuk memperbesar usaha. Kami mulai membayar pengrajin sebanyak dua orang untuk membantu produksi dan bekerjasama dengan beberapa petangkaran ulat sutera di Sulawesi dan Jawa untuk mendapatkan kempompong emas,”aku Citra.

Ragam aksesorispun mulai di perbanyak, yang mulanya hanya memproduksi bros kini bertambah membuat cincin hingga tas. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 15 ribu hingga 400 ribu. “Tingginya harga karena bahan bakunya sulit di dapat dan dikerjakan secara handmade,”kilah wanita kelahiran Bekasi ini.

Sesuai dengan target market yang ditujukan oleh Citra dan ketiga temannya, pemasaran produk dilakukan di lokasi tertentu. “Kami hanya memasarkan di pameran-pameran seperti mall, ekspo. Kami pernah memasarkan di acara biasa, tapi produk kami kurang laku, akhirnya kami hanya memasarkan di pameran-pameran tertentu saja sesuai dengan target market,”tutur Citra.

Sementara itu agar lebih meyakinkan anak pasangan alm. R. Kusnaedi dan Yulidesni memberikan nama La Cocoonix accessories pada produk buatannya. “Tujuan saya agar pelanggan mudah mendapatkan produk kami. Dan memang terbukti, dengan memberi merek pada produk, pelanggan kami bertambah banyak,”kilahnya.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari