Tanggal Hari Ini : 02 Oct 2014 Login - Daftar
 
Profil | Info Usaha | Peluang Usaha | Entrepreneurship | Strategi Usaha | Keuangan | Profil Sukses | Jadwal Seminar
WaralabaInfo ProductBisnis OnlineIde BisnisInformasi Kumpulan Usaha MemberPendaftaran memberForum WirausahaMerchandiseInfo Iklan
 
Double Dipps Selera Bisnis Masyarakat Perkotaan
Rabu, 11 Mei 2011 22:53 WIB
Administrator



BERITA TERKAIT

Donut  & coffee sudah sangat popular di Indonesia. Jenis makanan dan minuman ini telah menjadi  gaya hidup masyarakat,  khususnya bagi masyarakat perkotaan. Sayangnya  pelaku bisnis yang menjalankan bisnis ini dengan sistem franchise masih sangat sedikit, padahal peluangnya cukup baik dan prospektif.
Melihat potensi dan peluang yang besar,  tahun 2008 lalu  B. Subagio Hadiwidjojo (46) membuka gerai donut & coffee  dengan merek Double Dipps. Brand yang kuat, kualitas produk yang terjaga, standarisasi pelayanan yang optimal, serta prospek bisnis yang terbuka lebar  membuat Subagio leluasa mengembangkan Double Dipps ke berbagai kota di Indonesia. Ia mengembangkan bisnis dengan sistem franchise, sebuah pola bisnis yang memungkinkan para franchisee menjalankan bisnis sesuai standar yang dikembangkan oleh Double Dipps dan terbukti sukses selama ini.
Saat ini Double Dipps sudah memiliki 80 cabang yang tersebar hampir di seluruh kota besar di Indonesia, meskipun baru beberapa tahun berdiri. Hal tersebut terjadi karena prospek bisnis Double Dipps memang menjanjikan.
“Kami mengandalkan kualitas produk serta kualitas pelayanan,” ujar pria kelahiran Tulung Agung, Jawa Timur ini.

Pilihan Investasi

Dalam mengembangkan system bisnis franchise Double Dipps, Subagio menawarkan beragam pilihan investasi.

Menurut alumnus Fakultas Teknik Sipil, Universitas Brawijaya (UB), Malang ini,  ada empat type kerjasama yang ditawarkan Double Dipps, yakni type kiosk, type island, type mini café dan dan type café.
Investasi yang harus dikeluarkan untuk type kiosk sebesar Rp80 juta. Dana tersebut belum termasuk sewa tempat dengan perkiraan luas ukuran  6-10 meter persegi.
“Type ini didesain secara minimalis, disesuaikan dengan space kecil dan dikhususkan bagi pelanggan Double Dipps  yang mempunyai mobilitas tinggi,” ujar Subagio.
Sedangkan untuk type Island, investasinya  sebesar Rp90 juta. Investasi sebesar itu mitra akan mendapatkan desain elegan dengan memaksimalkan space yang ada sehingga dapat melayani lebih banyak pelanggan Double Dipps. Pelanggan Double Dipps dapat melihat langsung proses toping donut. Intuk type ini, mitra harus memiliki lokasi minimal ukuran 9-15 meter persegi.
Berbeda dengan dua type tadi, type Mini Cafe, konsep nya adalah modern minimalis, dimana pelanggan dapat menikmati donuts dan bakery berkualitas dengan secangkir kopi. Tempat yang harus disediakan sebesar 30 sampai 35 meter persegi dengan investasi sebesar Rp 180 juta. Sementara untuk type Cafe, investasinya mencapai Rp 275 juta. Berbeda dengan type Mini Café, type ini disediakan sofa untuk pelanggan, dengan interior yang menarik. Luas tempat minimal 55-60 meter persegi. 
Untuk mitra yang berada di luar Jabodetabek dan Surabaya, Subagio  menawarkan konsep coffe dan bakery atau investasi Open Kitchen atau Central  Kitchen dengan investasi Rp 650 juta. Soal detail operasional  dan pengembangan bisnisnya, Subagio akan menjelaskan secara detail jika calon mitra telah resmi menjadi franchisee.

Segmen Pasar  Double Dipps
Double Dipps didisain untuk segmen pasar kelas menengah. Konsekuesi dari segmen pasar yang dibidik ini Subagio menetapkan harga produk donut  berkisar dari  harga Rp 5.500 hingga Rp50.000 ribu, sedangkan untuk minuman mulai dari Rp 5.000 hingga Rp11.000.
“ Meski harganya tergolong terjangkau, tetapi kami menggunakan bahan-bahan  berkualitas,” ujarnya.
Subagio juga gencar  melakukan kegiatan promosi agar produk-produknya lebih dikenal oleh calon pelanggan. Kegiatan promosi tersebut dilakukan antara lain roadshow  ke berbagai kota di Indonesia, mengikuti berbagai event, pameran, serta bentuk-bentuk kerjasama promosi lainnya.
Menurut suami Endang Susilowati ini, proyeksi bisnis Double Dipps mampu mencapai BEP dalam waktu 1,5 tahun dengan proyeksi omzet mencapai minimal Rp600.000 hingga Rp2 juta per hari.

Ia berharap di tahun 2011 mendatang Double Dipps sudah mampu merambah ke seluruh kota besar di Indonesia, dan beberapa cabang di luar negeri.

comments powered by Disqus
 


Terbaru
Terpopuler
Terkomentari